[How To] Solusi melihat file docx,xlsx di linux ( blankon pattimura 7.0)

Pagi ini saya menerima email yang berisi file design web, ternyata setelah di cek isinya adalah file Micr*s*ft Office 2007 yang berakhiran docx.  Saya kan pengguna linux blankon 7.0 pattimura jadi ga ada tuh yang namanya Micr*s*ft Office , yang ada dan menjadi favorit saya adalah Open Office dan Libre Office. Karena OpenOffice ga di install, sebagai penggantinya saya gunakan LibreOffice 3.3.4 . libre office blankon

Ternyata file docx yang di buka di LibreOffice ini, bisa di buka dengan mudah , hanya saja ternyata hasilnya tidak sesuai dengan yang seharusnya. Hasilnya berantakan karena tidak compatible – tetapi jangan khawatir banyak jalan menuju solusi ini.

1. Minta kepada yang mengirim file agar menyimpannya pada format xls atau pdf, biar bisa di buka dengan baik.

2. Minta kepada teman agar menyimpannya pada format xls atau pdf, biar bisa di buka dengan baik, dengan resiko file anda bisa di baca teman anda. Bagaimana kalau file-nya rahasia. Langkah selanjutnya yang mungkin cocok untuk anda.

3. Bukalah file-nya dengan google docs.  Bagaimana caranya? kalau filenya di kirim ke selain email gmail anda, sebaiknya anda forward dulu ke akun gmail anda seperti yang saya lakukan. Setelah anda forward dan masuk ke akun gmail anda, langsung ke bagian bawah email anda ada image file-nya.  Klik aja View/Lihat  . Setelah tampil isi filenya, pilih menu File di google docs anda dan Save as PDF.

Selesai dah. File docx-nya bisa di lihat dengan baik.

[INFO] Saya menulis artikel ini dengan WordPress.com, Laptop HP-i5 , OS Blankon Pattimura (7.0)  dan gambar di ambil dengan aplikasi Ambil Cuplikan pada blankon : Aplikasi -> Aksesoris -> Ambil Cuplikan. Edit gambar dengan GIMP 2.6

[How-To] Bagaimana memindahkan data Tomboy Notes (Catatan Tomboy) ?

Tomboy notes yaitu software kecil yang biasanya dipakai untuk menulis catatan kecil (notes), software ini biasanya sudah ada pada paket Linux Ubuntu, kalau belum ada kita bisa install sendiri melalui terminal ataupun Synaptic Package Manager – cari aja kata kunci tomboy dan tandai untuk di install.

Yang akan saya tulis di sini adalah bagaimana memindahkan data tomboy notes yang lama ke tomboy notes yang baru anda install. Dalam hal ini seperti kasus yang terjadi pada saya, karena kebiasaan menulis catatan ringan di tomboy notes ini sehingga banyak juga catatannya. Lantas pada saat ingin memindahkan data tomboy notes dari laptop lama ke yang baru menjadi bingung. Inilah caranya, kita hanya meng-copy-kan isi dari folder tomboy lama ke folder tomboy baru. Biasanya folder ini di sembunyikan secara default jadi kalau ingin melihatnya, cobalah tandai menu tampilkan berkas tersembunyi.

Lokasi folder data Tomboy Notes :

/home/[nama_user]/
.local/share/tomboy

/home/[nama_user] /= direktori/folder data user anda.

.local/share/tomboy = direktori/folder data tomboy yang di sembunyikan.

Kemudian baru anda buka software Tomboy Notes-nya.

Saya cek dulu…Ok – Siiiplah. 😀

 

 

 

 

 

Wine tidak jalan di OpenSuse 11.1 dan Ubuntu 10.04

Untuk pengguna linux yang masih ingin menjalankan program-program berbasis  “Windows (extension:exe)” misalnyasoftware game, winbox ataupun software lainnya yang mempunyai extension: EXE, biasanya menggunakan software emulator salah satunya adalah : WINE .  Termasuk saya sendiri biasanya kangen juga menjalankan game-game ringan di windows pelepas penat, atau baca ebook yang berbasis file exe.

Saya  saat ini sudah menjadi pemakai linux sejati (opensuse 11.1 dan ubuntu 10.04) jadi saya jarang sekali menggunakan wine emulator ini. Kadang saya hanya ingin tahu saja apa itu wine jadi setelah saya  install di laptop dan bisa jalan akhirnya di tinggalkan juga.

Suatu hari saat saya ingin mencoba menjalankan game berbasis windows yang saya download secara gratis di gametop.com , sim salabim abrakadabra langsung saya double-klik file-exenya dan …….. biasanya langsung jalan tapi hari ini malah tidak ada respon sama sekali. Satu kali saya menganggap software-nya memang tidak kompatible dengan wine, coba software yang lain  sama saja…. dan ternyata teman saya juga mempunyai masalah yang sama, dulu wine di laptopnya jalan sekarang tidak bisa jalan -no response-.

Hmmm

Sepertinya ada yang salah nih, harus di selesaikan dan saya yakin ada jawabannya.

Yang pertama di lakukan adalah uninstalll wine-nya dan kemudian install kembali hasilnya…. nihil. Apa mungkin software wine nya yang tidak update?? saya putuskan untuk menambah repositories dan menginstall yang baru sesuai dengan linux opensuse 11.1 yang saya gunakan silahkan lihat di http://en.opensuse.org/Wine#Repositories ( untuk pengguna linux lainnya silahkan lihat di http://www.winehq.org/download.

Ok repository sudah ditambahkan tingggal instalasi via YAST-nya OpenSuse 11.1 , ketikkan kata wine di pencariannya dan terlihat ada 2 versi ( versi stable dan pengembangan ) saya ambil keputusan untuk menginstall yang versi pengembangan (development). Klik install dan apply….. Siip no problem, proses instalasi selesai dengan sempurna tanpa kesalahan.

Masalah masih ada, wine yang baru di install masih tidak bisa di jalankan. Setelah instalasi sempat bisa jalan tetapi entah kenapa setelah menutup wine-nya dan mau di gunakan kembali tidak jalan. Bingung lagi deh 😦 Timbul pertanyaan lagi apa mungkin wine hanya bisa di jalankan di root saja???  Saya mencoba masuk ke user:root dan menjalankan wine… Alhamdulillah bisa di jalankan dengan sempurna, bahkan software winbox yg biasa di gunakan untuk mikrotik bisa di jalankan juga…. hmmm 😀

Menurut informasi yang saya dapatkan …disarankan  janganlah anda mengkoneksikan komputer anda ke internet  dengan akses root kecuali anda tahu apa yang anda lakukan dan resikonya 🙂 …. Jadi harus bagaimana lagi agar wine saya bisa berjalan normal di akses user biasa????

Biasanya sih saya menjalankan file exe dengan memilih filenya dan klik kanan open with wine. Karena tidak melalui konsol/terminal jadi tidak terlihat errornya dimana? Dan ternya setelah melalui terminal/konsol ada kesalahan seperti ini :

wine: ‘/tmp/.wine-1001/server-807-9220b” must not be accessible by other user

Bagaimana solusinya.

  1. Setelah proses instalasi selesai ( instalasi via YAST opensuse  atau Software Centre ubuntu) jadi saya tidak tulis langkah instalasinya, soalnya tinggal pilih software-nya => install => apply. Selesai deh…
  2. Masuk ke terminal/konsole ketikan:  su winecfg ketika di minta password masukkan password rootnya.
  3. Cobalah masuk ke folder /tmp/ dan hapus folder /.wine-1001/ atau mungkin /.wine-0/
  4. Selesai dah. Langsung jalankan kembali WINE-nya atau double klik file:exe-nya.

Alhamdulillah, sekarang wine-nya sudah bisa berjalan di hak akses user biasa bukan hanya di root saja. Dan sekarang saatnya berbagi dengan anda….

Silahkan isi komentar apabila artikel ini berguna untuk anda atau anda mempunyai masalah dengan wine-nya ini, mudah-mudahan bisa kita pecahkan bersama…

NB:  Pada saat tulisan ini di buat wine saya jalankan di opensuse 11.1 , dan untuk ubuntu 10.04 belum test. Pada dasarnya pastilah sama 😀

 

Linux? Bisakah menjadi solusi bagi masalah saya?

Ketika saya memutuskan untuk menjadikannya sebagai partner dalam pekerjaan saya -programer PHP- dan lamunan saya, selain karena pada saat itu ‘terpaksa’ saya hanya berpikir apakah ‘partner baru’ saya ini bisa menjadi solusi bagi masalah yang sedang saya hadapi? Jadi sebelum saya memutuskan untuk berteman lebih dalam lagi saya membuat daftar ‘layaknya menu’ program apa saja yang selalu saya pakai di OS Windows dan apakah ada solusinya di Linux openSUSE?

Inilah daftar program yang selalu saya pakai :

OS. Windows vs Linux openSUSE

1. Pspad Editor vs Kwrite
2. Webserver PhpTriad vs Webserver Apache2,Mysql 5,PHP 5.
3. Adobe Photoshop vs Gimp dan Blender
4. MS Office vs OpenOffice 2.0
5. Windows Media Player vs Mplayer
6. PowerDVD vs Xine
7. Winamp vs xmms
8. Mesenger vs Pidgin
9. MS Outlook vs Kmail
10. Webcam Software vs Cheese
11. Software Bluetooth vs OBEX client
12. Firefox Browser vs Firefox Browser
13. Explore vs Dolphin
14. ACDSee vs Gwenview, digiKam

Sebenarnya pilihan program pengganti di linux tidak hanya satu, bisa dua ,tiga macam dan itu biasanya sudah ada dalam satu paket linux yang komplit. Jadi karena semua kebutuhan saya telah ada juga di linux… akhirnya saya memutuskan untuk lebih mendalaminya. Dan satu persatu mulai saya coba… mudah-mudahan bisa di buatkan artikel ya 🙂

Memang tidak mudah pada awalnya karena kita harus menyesuaikan diri terlebih dahulu dengan lingkungan baru yang lebih fresh, namun akhirnya ternyata memang bisa karena biasa.

Saran saya, bagi anda yang ingin migrasi ke sistem Linux -khususnya yang pakai Windows bajakan- buatlah daftar terlebih dahulu software apa saja yang biasa anda pakai dan cari dan tanyakan pada mereka yang sudah memakai linux apakah software yg anda pakai ada penggantinya di linux – Jadi pekerjaan anda tidak terbengkalai juga 🙂 bisa langsung migrasi pekerjaan ke linux seperti yang saya lakukan.

Hidup OpenSource – Hidup Linux !!

Akhirnya jatuh cinta juga sama Susi.

Sudah 4 hari yang lalu sy mulai mengenalnya, sebenarnya sih tidak ada niat sedikitpun untuk mengenalnya lebih jauh, karena memang dulu saya sudah merasa tidak ada kecocokan bersamanya. Hanya saja karena keterpaksaan (maaf bukan kecelakaan)saya akhirnya jatuh hati juga dan mungkin harus selamanya hidup bersamanya. Bisa asyik ga ya?

Ceritanya begini, hari sabtu saya beli mainan baru*). Saya belum mengenalnya, memang saya akuinya saya dulu telah mengenal teman-temannya termasuk mendengar namanya juga.Pada saat itu tidak ada rasa ketertarikan sama sekali. Coba kamu pikir kalo kita tidak ada rasa ketertarikan satu sama lain apakah bisa hidup dengan menyenangkan. Tetapi…

Alasan sebenarnya bukan saya tidak tertarik padanya tapi karena saya sudah merasa cocok dengan yang lain. Yang sudah puluhan tahun menemani saya disaat saya memang sangat membutuhkannya. Apakah saya harus berpindah ke lain hati? ga mungkin karena saya sudah merasa cocok dengan si Dia*) yang telah lama menemani saya.

Sampai akhirnya si Dia ini tidak setuju atau boleh dikata tidak cocok dengan mainan baru saya itu bahkan dia tidak mengetahuinya. Dia mau mainan baru itu tetapi dengan syarat*)… Aahh berabe deh. Akhirnya saya memutuskan. Ok begini saja sy akan coba penuhi syaratnya dulu tetapi apabila tidak bisa saya penuhinya secepatnya lebih baik kita putus saja.

Hari Minggu, saya mencoba memenuhi syaratnya tetapi ternyata merepotkan walaupun saya sudah mencari dan bertanya dimana saya bisa mendapatkannya. Ternyata gagal. Daripada saya stress siangnya saya mau beli majalah komputer, di saat itulah saya bertemu dengan si Susi*) ini, sepertinya lebih cantik dan menarik. Wow… Dalam pikiran saya kenapa tidak saya coba aja… Ternyata si Susi ini mau dan cocok dengan mainan baru saya itu bahkan lebih mahir dengan si Dia yang selama ini menemani saya… Wow.

Dan sekarang sudah 4 hari saya hidup bersamanya….
Ternyata menyenangkan juga…

Catatan:

*) mainan baru = Laptop Acer 4730z dg sistem bawaan Linpus Linux.
*) si Dia = sistem Windows ( XP SP 2)
*) syarat harus download dulu driver SCSI/SATA dan lainnya kemudian di satukan di paket XPnya menggunakan software NSlite. Berabe kan?
*) si Susi = Linux openSUSE 11.1 Bonus InfoLinux 03/09