Haruskah saya bersedih hati lagi ?

Sahabat sebenarnya saya sangat menikmati persahabatan baru ini, kadang saya merasa lebih tenang bersahabat denganmu… hanya tetap saja selalu ada sedikit masalah yang belum bisa kamu selesaikan… atau saya yang tidak mengetahui solusi untuk masalah ini.

Hari ini saya mendapatkan sebuah dokumen penting yang seharusnya bisa kamu baca dengan jelas, walaupun saya tahu dokumen itu bukan hasil dari karyamu… tapi setidaknya kamu bisa menampilkannya dengan lebih baik… tidak asal tampil aja. Saya sedikit kecewa.

Mungkin bukan salahmu ya… mungkin itu salah orang yang membuat dokumennya…

Haruskah saya bersedih hati lagi ? saya hanya berharap….

Mungkin lain kali kamu bisa berbuat lebih baik lagi…

NB:
Sahabatku adalah OpenOffice.org 3.0 yang belum bisa sempurna membaca file DOC-nya dari MSOffice…. masih terlihat berantakan. 🙂

Iklan

Di uji kesabaranku

Kemarin saya menjahit kain untuk bahan celana panjang menjadi 2 buah celana. Seharusnya celana saya sudah selesai seminggu yang lalu kalau penjahitnya itu ga malas. Coba aja ente pikir… saya sudah pesan jahitan dua minggu yang lalu eh ternyata pada minggu pertama saya datang sesuai janjinya sudah kelar…katanya… tetapi ternyata si penjahit bilang, “maaf pak ! kemarin ini saya sakit jadi belum selesai. coba nanti saya usahakan Minggu sore sudah selesai”.

Saya hanya bisa bersabar. “Baiklah, kalau begitu saya datang lagi hari Minggu. Tapi benar nih hari minggu harus sudah selesai. Tolong yah Pak!.” –“Pasti beres pak. Maaf ya pak.” , Kata si penjahit.

Pada hari Minggu yang sudah di janjikan, sengaja saya ga datang. Karena saya pikir nanti aja hari Selasa biar sudah benar-benar selesai. Jadi ga ada alasan lagi.

Hari Selasa setelah pulang dari keliling saya sempatkan mampir untuk mengambil celana. Di perjalanan saya sudah mewanti-wanti kalau tuh celana belum selesai juga saya akan marah-marah di depannya. Kurang ajar! Jadi emosi sudah saya persiapkan dari awal karena firasat saya mengatakan itu celana belum kelar tapi mudah-mudahan sudah selesai. Apa yang terjadi?

Ternyata apa yang saya khawatirkan benar-benar terjadi. Celana saya belum selesai, masih mending kalau belum selesai jadi bisa diselesaikan. Ini lebih parah lagi… Kain bahan celana saya belum diapa-apain, gimana perasaan anda… Pasti Emosi-Marah kan? Itu juga yang akan saya lakukan.

Hanya saja saya jadi tidak tega ketika bertemu si Penjahit bilang sambil tersenyum: “Bos, maaf ya. Belum sempat saya kerjakan. Gimana kalau saya kembalikan aja?” . Karena senyum itulah saya jadi tidak bisa marah, hanya bisa menahan emosi dalam dada dan tentu saja ‘sabar-sabar-sabar’. Oke kalau gitu ga papa… langsung saya pergi… sambil menahan kecewa 😦

Kok bisa ya..

😦

Akhirnya saya ambil bahannya. Dan hari kemarin saya langsung order lagi ke penjahit yang lain lagi. “Satu minggu ya Pak!.” . Oke saya akan datang lagi satu minggu kemudian. Entah apa yang akan terjadi… Hanya ALLAH Yang Maha Tahu. Amiin…