Lithium PHP framework


Iseng lagi aja, mengisi kekosongan waktu. Sebenarnya bukan karena tidak ada kerjaan tetapi karena terlalu lama santai sehingga bingung mau mengerjakan apa. Akhirnya ‘ngoprek’ PHP framework aja deh.

Tentu saja, kalau dulu ‘ngoprek’ -nya tanpa di catat/tulis, sekarang saya coba di tulis  di blog ini aja. Siapa tahu ada  yang memerlukannya.

Dan sekarang pilihannya pada lithium (li3) framework.

Lithium (Li3) PHP framework
You asked for a better framework. Here it is.
li₃ is the fast, flexible and most RAD development framework for PHP

Seperti kebanyakan php framework yang kekinian, untuk dapat meng-install framework di sarankan menggunakan ‘composer‘ begitu juga dengan yang ini. Sebenarnya bisa saja secara manual seperti halnya php framework yang menggunakan Model, View, Controller (MVC) tetapi memang jadi lama deh.

Untuk dapat menginstall framework ini selain harus sudah terpasang ‘composer’ juga harus PHP versi 5.3++ ke atas. Agar bisa menjalankan server bawaan dari PHP itu sendiri. Dan satu lagi harus terhubung dengan internet, karena source code akan langsung di download.

Sudah siap? Mulai….

Buatlah proyek baru dengan  ‘Composer’ dan tentukan nama foldernya. Saya  menamai foldernya : mylithium. Sehingga perintahnya seperti di  bawah ini.

composer createproject preferdist unionofrad/framework mylithium

Setelah selesai hasilnya akan seperti gambar di bawah ini :

*Catatan : saya menggunakan OS Linux Debian Wheezy. Silahkan di sesuaikan dengan OS yang anda pakai.

composer-lithium

Setelah selesai membuat proyek baru, akan terlihat folder baru yang saya berinama: mylithium. Lihat gambar-gambar di bawah ini.

lithium framework
Isi folder baru: mylithium
lithium-02
Source code Lithium framework ada di folder : mylithium/libraries
lithium-03
Lokasi  index.php ada di mylithium/app/webroot
lithium-04
Lokasi model, controller, views dan source code yang kita buat ada di : mylithium/app

Kalau sudah terlihat seperti ini berarti kita sudah berhasil install lithium ke komputer sendiri, sekarang saatnya untuk mencobanya.

Ada yang berbeda ya? Biasanya kita simpan kode sumber di dokumen root server localhost, kalau ini bisa dimana saja. Kenapa? karena kita akan menjalankan server bawaan PHP sendiri dengan perintah seperti di bawah ini.

Ingat saya membuat folder rootnya di : mylithium/app/webroot sehingga perintahnya seperti ini.

php S 127.0.0.1:8080 t mylithium/app/webroot

Screenshot from 2017-06-29 07:22:46

Dan kita buka browsernya pada port 8080, seperti ini hasilnya.

Screenshot from 2017-06-29 07:24:43

Jika  hasilnya sama, berarti  kita berhasil install dan menjalankannya.

Salam

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s