Arti dari sebuah komunitas ?


I Am A Community Organizer (300x243)
Image by baratunde via Flickr

Daripada pusing sendiri menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai juga, iseng saja saya mencari dan mencoba memahami apa arti sebuah komunitas. Karena akhir-akhir ini komunitas yang saya ikuti selalu saja ada hal-hal yang membuat saya tertawa kecil, karena selalu saja ada hal-hal yang sebenarnya adalah hal-intern komunitas di jadikan issue untuk orang diluar komunitas.

Komunitas adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. Dalam komunitas manusia, individu-individu di dalamnya dapat memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, risiko dan sejumlah kondisi lain yang serupa. Komunitas berasal dari bahasa Latin communitas yang berarti “kesamaan”, kemudian dapat diturunkan dari communis yang berarti “sama, publik, dibagi oleh semua atau banyak”.

-http://id.wikipedia.org/wiki/Komunitas-

Karena menurut pendapat pribadi saya, apabila ada hal-hal internal di dalam komunitas sepantasnya kita selesaikan secara sejati dan kesatria di dalam komunitas itu sendiri. Mengapa kita membuat komunitas? Apalagi komunitas yang mempunyai sendiri AD/ART dan struktur organisasi yang jelas.

Mengapa ? Selama ini saya lihat setiap ada masalah di komunitas di ekspose menjadi sesuatu hal yang ‘meledak’ , seolah-olah itu adalah hal besar – seolah-olah itu adalah sesuatu yang sangat penting diungkapkan – seolah-olah semuanya menjadi orang penting. Tidakkah semuanya seharusnya berkaca diri – apakah yang sudah kita lakukan sudah sesuai dan bisa membuat nyata – senyata-nyatanya visi dan misi komunitas itu sendiri?

Mana semangat kita! Pada saat berikrar membuat komunitas dengan menyatukan visi dan misi yang sama yang jelas? Mana? Mengapa setelah komunitas terbentuk justru menghindari untuk memajukan visi dan misi komunitas yang kita bentuk? Dengan berbagai alasan sibuk sini, sibuk sana, banyak kerjaan, tak ada waktu, tidak ada ijin dari keluarga, komunitas tidak dapat menampung aspirasi saya, saya tidak senang dengan si anu, saya tidak senang kepemimpinan si anu, pengurus komunitas yang tidak responsif dan lain alasan yang membuat saya muak dan seolah-olah hanya dirinya saja yang seperti itu. Wooooiii… bangun dong, ngapain cape-cape buat komunitas kalo begitu?

Dan yang paling menjengkelkan adalah pertanyaan kok sekarang tidak ada aktifitas di komunitas sih? Pada kemana? Apa saja kerjaan pengurusnya? dan itu dipertanyakan sendiri oleh anggota bahkan kadang pengurus komunitas itu sendiri? Lho bukankah kita yang seharusnya bertanggung jawab terhadap komunitas kita sendiri? Sekarang saya tanya balik ? Apa aktifitas anda yang bermanfaat bagi komunitas? Baru di ajak ‘kopdar’ saja berbagai alasan dikeluarkan, seolah-olah hanya dirinya sendiri yang sibuk. Padahal pada intinya ” mungkin” sudah muak dengan komunitas….atau dengan kopdar itu sendiri…  heeei ini komunitas anda tidak senang berkomunitas lagi, silahkan keluar saja dari komunitas, tidak ada paksaan pada anda untuk terus di komunitas -apalagi anda memang tidak bermanfaat bagi komunitas- yang bermanfaat saja untuk komunitas bisa keluar kok… kita merdeka untuk membuat pilihan. Kalau anda ingit menjadi bermanfaat bagi komunitas mari kita buat visi dan misi komunitas ini menjadi nyata….

Karena saat ini pas hari Kemerdekaan Republik Indonesia , semangat saya  menjadi berkobar-kobar…. Saya juga hanya bisa berkoar-koar di sini… Tetapi pada intinya saya tidak menyebutkan komunitas apa, karena apa yang saya tulis ini kadang memang terjadi pada komunitas lainnya. Maaf  saya tidak bermaksud menyinggung atau menyungging , walaupun ada kalimat-kalimat yang bisa menyinggung… saya hanya berharap kita semua termasuk saya pribadi tentunya… berintrospeksi diri dan berkaca diri.

Maksud dan tujuan saya berkomunitas adalah mendapatkan teman dan sahabat, bisa mendapatkan ilmu yang berbeda, bisa juga mensharing ilmu bila diperlukan, dan belajar dari orang lain dan belajar tentang pribadi-pribadi berbeda yang berada pada komunitas.  Karena dengan mengenal pribadi yang berbeda siapa tahu kita bisa bekerja sama di luar komunitas itu sendiri.

Saran saya untuk komunitas dan anggotanya, tolong untuk membuang baju kebesaran kita yang membuat kita ‘sombong’ dan ‘ merasa paling berjasa’ pada saat berada di komunitas.  Buang jauh-jauh bahwa kita lebih pintar, lebih tua, lebih bermanfaat, lebih besar dari yang lain karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Memang saya akui untuk membuang  kelebihan itu sangat sulit tapi bukan tidak mungkin, seperti halnya saya sulit membuang kelebihan berat badan ini…. lho apa hubungannya? Gak ada, emang semuanya mesti berhubungan…

Salam Komunitas!

Iklan

9 pemikiran pada “Arti dari sebuah komunitas ?

  1. AD/ART apa yah?……….saya kurang paham tuh..tag line aja ga jelas…hehehehe

    AD/ART=Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga… kalo ente ga tahu atau pura-pura ga tahu dan kalo saya juga ga salah … 😀

    tag line? begitu pentingkah sebuah tag line? seharusnya hal-hal seperti ini tidak kita jadikan alasan lagi… sehingga hanya karena tag line ga jelas akhirnya di jadikan alasan pembenaran kenapa komunitas ga aktif, atau mungkin logo yang ga jelas juga…tugas kerja pengurus yang ga jelas juga… terus kapan mau aktivitasnya??… bullshit semuanya. Kita hanya mementingkan ‘rasa egoisme’ yang ada pada diri kita masing-masing, rasa yang ingin menunjukkan bahwa ‘kita ini orang yang penting’ tanpa mempedulikan rasa anggota lainnya yang bergabung dengan komunitas… sehingga dengan bangganya kita mengatakan: “Lamun lain ku urang mah, moal mungkin bisa seperti sekarang ini! Omong kosong! emang lo doang yang kerja.”

    Yang harus jelas itu kita sebagai anggotanya harus jelas kenapa mau bergabung dengan komunitas, kenapa membangun komunitas, harus jelas visi dan misi kita bergabung dengan komunitas. Harus jelas apa sih sebenarnya mau kita tuh… Jangan hanya karena ‘persoalan sepele’ dan ‘cengeng’ lantas menyalahkan komunitas dan mengambil keputusan ga penting… karena saya tahu yang bergabung di komunitas itu bukan orang-orang yang ‘cengeng’ …

  2. iya kang.. saat bulan puasa kayak gini terkadang emosi sulit dikendalikan.. ya mudah2an gak sekedar kepancing emosi.. membuat keputusan dengan kepala dan hati yang dingin (es kalee.. hehe)… makanya saya sering posting malam2 biar gak kebawa emosi.. hoho…

    gak ngaji lagi sih.. cuma memang sempat konsul awal taun lalu… sekalian saya diceramahi sama beliau katanya kenapa blum lulus2 juga? apa karena terlalu aktif dengan kegiatan diluar? katanya… dan saya jawab : gak ada hubungannya dengan aktivitas diluar.. saya gak lulus karena salah saya sendiri 😀

    kalo ga pakai emosi kadang tidak berkarakter :D, …ente ga lulus karena memang belum mau lulus ya… :))

  3. merasa diri sok penting, lebay, merasa paling berjasa, sok iye, sok cool.. hahaha.,.. kemarin saya pengen ngomong (komen) beginian tapi takut batal.. hehe.. (dan lagi saya pun tidak merasa lebih baik) ketika membaca dan menanggapi sebuah notes dari kawan kita itu -sory kalau saya mah blak-blakan saja walau gak nyebutin nama 🙂 –

    Tapi ya sudahlah… apapun yang terjadi ku kan (KITA KAN) slalu ada untukmu komunitas ….. coz everything’s gonna be Okay..

    ada renungan menarik nih kang dari guru ngaji saya : “untuk mengukur kualitas seorang yang berilmu adalah lihat dari sikapnya, apakah Ia santun atau tidak dengan ilmunya?!”

    Yups… ane juga sekedar mengeluarkan yang ada di hati, kan mumpung di bulan ramadhan buang jauh-jauh rasa dendam dan benci yang selama ini ada di hati. Rasa yang akan meledak di kala sudah menggunung… rasa yang tidak akan pernah bisa hilang bila kita tidak mencoba untuk menghilangkannya… selain itu tidak bermaksud apa-pun selain ingin tetap eksis berkomunitas, mungkin saat ini pengetahuan saya belum di perlukan tetapi saya masih memerlukan pengetahuan dari para komunitas. 🙂 Apalah artinya saya bila tidak ada komunitas… kita ini kan makhluk komunitas.

    Renungannya bagus juga tuh … yang jadi pertanyaan ane emang masih ngaji kang? 😀

  4. LUAR BIASA,….ingat kawan menerima sesuatu hal yang baru itu tidak mudah ,..pasti ada PENOLAKAN…ingat awal ada internet org umumnya punya asumsi yg negatif…begitupun komunitas ini ada yg terima ada juga yg tidak semuanya di kembalikan ke pribadinya masing – masing.

    Lebih baik kecil solid daripada gede amburadul,..jadi inget lagu…hehehe
    Semangat Berkobar boleh tapi jangan sampai kebakaran nanti banyak korban,…

    Setuju kawan, lebih baik besar solid daripada dah kecil amburadul…:D , Korban dalam perjuangan mati syahid kawan… hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s