Jangan bilang: saya tidak bisa….

19 05 2009

Kadang saya selalu menantang otak kreatif dalam diri saya dengan selalu berkata: “Saya bisa…” Walaupun sebenarnya pada saat saya bilang bisa ada pikiran ragu dalam diri ini: “bisakah saya?”

Dan ternyata perkataan ’saya bisa’ itu membuat saya bisa melakukan hal-hal yang sebelumnya saya tidak bisa. Hasilnya saya memang bisa. :)

Hari-hari terakhir ini saya mencoba mengatakan bahwa ’saya tidak bisa’ dan ini saya katakan kepada teman-teman saya juga. Apa yang saya katakan… terus terang dalam hal design web saya tidak bisa… apa yang terjadi? Anda bisa menebaknya…

Padahal bisa karena biasa, bisa karena belajar, bisa karena memang harus bisa…. pada kasus saya mengatakan ’saya tidak bisa’ sebenarnya bukan alasan saya untuk tidak belajar menjadi bisa. :(

Apa sih inti sebenarnya artikel ini ?

Sssst !!! Jangan katakan : “Saya tidak bisa” menangkap maknanya :D





Haruskah saya bersedih hati lagi ?

17 05 2009

Sahabat sebenarnya saya sangat menikmati persahabatan baru ini, kadang saya merasa lebih tenang bersahabat denganmu… hanya tetap saja selalu ada sedikit masalah yang belum bisa kamu selesaikan… atau saya yang tidak mengetahui solusi untuk masalah ini.

Hari ini saya mendapatkan sebuah dokumen penting yang seharusnya bisa kamu baca dengan jelas, walaupun saya tahu dokumen itu bukan hasil dari karyamu… tapi setidaknya kamu bisa menampilkannya dengan lebih baik… tidak asal tampil aja. Saya sedikit kecewa.

Mungkin bukan salahmu ya… mungkin itu salah orang yang membuat dokumennya…

Haruskah saya bersedih hati lagi ? saya hanya berharap….

Mungkin lain kali kamu bisa berbuat lebih baik lagi…

NB:
Sahabatku adalah OpenOffice.org 3.0 yang belum bisa sempurna membaca file DOC-nya dari MSOffice…. masih terlihat berantakan. :)





Linux? Bisakah menjadi solusi bagi masalah saya?

19 04 2009

Ketika saya memutuskan untuk menjadikannya sebagai partner dalam pekerjaan saya -programer PHP- dan lamunan saya, selain karena pada saat itu ‘terpaksa’ saya hanya berpikir apakah ‘partner baru’ saya ini bisa menjadi solusi bagi masalah yang sedang saya hadapi? Jadi sebelum saya memutuskan untuk berteman lebih dalam lagi saya membuat daftar ‘layaknya menu’ program apa saja yang selalu saya pakai di OS Windows dan apakah ada solusinya di Linux openSUSE?

Inilah daftar program yang selalu saya pakai :

OS. Windows vs Linux openSUSE

1. Pspad Editor vs Kwrite
2. Webserver PhpTriad vs Webserver Apache2,Mysql 5,PHP 5.
3. Adobe Photoshop vs Gimp dan Blender
4. MS Office vs OpenOffice 2.0
5. Windows Media Player vs Mplayer
6. PowerDVD vs Xine
7. Winamp vs xmms
8. Mesenger vs Pidgin
9. MS Outlook vs Kmail
10. Webcam Software vs Cheese
11. Software Bluetooth vs OBEX client
12. Firefox Browser vs Firefox Browser
13. Explore vs Dolphin
14. ACDSee vs Gwenview, digiKam

Sebenarnya pilihan program pengganti di linux tidak hanya satu, bisa dua ,tiga macam dan itu biasanya sudah ada dalam satu paket linux yang komplit. Jadi karena semua kebutuhan saya telah ada juga di linux… akhirnya saya memutuskan untuk lebih mendalaminya. Dan satu persatu mulai saya coba… mudah-mudahan bisa di buatkan artikel ya :)

Memang tidak mudah pada awalnya karena kita harus menyesuaikan diri terlebih dahulu dengan lingkungan baru yang lebih fresh, namun akhirnya ternyata memang bisa karena biasa.

Saran saya, bagi anda yang ingin migrasi ke sistem Linux -khususnya yang pakai Windows bajakan- buatlah daftar terlebih dahulu software apa saja yang biasa anda pakai dan cari dan tanyakan pada mereka yang sudah memakai linux apakah software yg anda pakai ada penggantinya di linux – Jadi pekerjaan anda tidak terbengkalai juga :) bisa langsung migrasi pekerjaan ke linux seperti yang saya lakukan.

Hidup OpenSource – Hidup Linux !!